Keterampilan Berbahasa (Menyimak, Berbicara, Membaca, Menulis)

KETERAMPILAN MENYIMAK

    Kata menyimak mempunyai makna yang berkaitan dengan mendengar dan mendengarkan, tetapi ketiganya mempunyai fokus kegiatan yang sangat berbeda. Kegiatan mendengar biasanya terjadi secara kebetulan, tidak direncanakan, tiba-tiba, dan tidak diduga sebelumnya. Apa yang didengar mungkin dapat dimengerti maksudnya, mungkin pula tidak dimengerti maknanya bahkan tidak menjadi perhatian sama sekali. Misalnya: (1) Ketika sedang belajar tiba-tiba Puji mendengar suara “praaaak!!”. Puji hanya menoleh sebentar ke arah datangnya suara lalu kembali belajar lagi. (2) Syaiful sedang mengaji di tengah malam yang sunyi. Sayup-sayup di kejauhan ia mendengar orang berteriak “maling.. maliiing!! Syaiful bangkit dan ikut berbaur dengan masyarakat untuk mengejar pencuri yang berlari di kegelapan malam.
    Kegiatan mendengarkan mempunyai taraf lebih tinggi daripada mendengar. Dalam kegiatan mendengarkan sudah terdapat faktor kesengajaan. Faktor pemahaman mungkin sudah ada mungkin juga belum ada karena faktor pemahaman belum menjadi tujuan atau belum menjadi fokus perhatian. Contoh (1)  Fauzi sedang sibuk menyelesaikan PR Bahasa Indonesia. Radio yang berada di samping meja belajarnya menyiarkan perkembangan lagu-lagu pop kreatif di Indonesia. Ketika sedang asyik berpikir tentang PR-nya, peyiar radio memutar lagu “Pemuja Rahasia” yang dialunkan oleh Sheila on Seven. Oleh karena lagu tersebut merupakan lagu favorit Fauzi, maka ia berhenti sebentar dalam mengerjakan PR lalu membesarkan volume radio dan mendengarkankan lagu tersebut sampai selesai. (2) Saudah sedang mengetik tugas membuat laporan praktikum Sains di kampus. Di ruang yang sama Makhidah dan Ni’mah sedang berdiskusi tentang film Virgin yang menjadi pro dan kontra di kalangan masyarakat. Oleh karena tertarik dengan topik diskusi tersebut, akhirnya Saudah ikut mendengarkan diskusi tersebut sebelum menyelesaikan tugasnya.

    Kegiatan menyimak adalah suatu proses yang mencakup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa, mngidentifikasi, menginterpretasi, menilai, dan mereaksi makna yang terkandung dalam bahan simakan. Tujuan utama menyimak adalah menangkap, memahami, atau menghayati pesan, ide, gagasan, yang terdapat pada bahan yang disimak. Tujuan lain menyimak misalnya mendapatkan fakta, menganalisis fakta, mengevaluasi fakta, mendapatkan inspirasi, menghibur diri, meningkatkan kemampuan berbicara, dsb. Selain tujuan tersebut, kegiatan menyimak berperan sebagai landasan belajar berbahasa; penunjang keterampilan berbicara, membaca, dan menulis; pelancar komunikasi lisan; dan penambah informasi. Contoh; (1) Fiddina Fauzia sedang menyimak
dialog interaktif di TV tentang upaya mengatasi anak yang malas belajar. Dia memperhatikan dengan cermat penjelasan narasumber serta mencatat hal-hal penting yang dipermalahkan. Dia mencermati setiap masalah yang dibicarakan karena acara tersebut dapat menambah wawasannya tentang dunia pendidikan anak. (2) Arief Rakhman menyimak dengan seksama penjelasan Kepala Diknas Kota Malang tentang prospek profesi guru SD di Jawa Timur. Dia catat dengan teliti jumlah kebutuhan guru SD dari tahun ke tahun. Arief Rakhman juga bertanya tentang bagaimana proses pengangkatan guru mulai guru bantu sampai dengan menjadi PNS. Dari penjelasan yang disimaknya akhirnya dia dapat memahami topik yang sedang dibahas dari awal sampai akhir.
    Kemampuan memusatkan perhatian merupakan hal yang sangat penting dalam menyimak, baik sebelum, sedang, maupun setelah menyimak. Menurut penelitian, kemampuan seseorang untuk memusatkan perhatian dalam menyimak selalu menurun dari waktu ke waktu. Kemampuan memusatkan perhatian secara penuh hanya berlangsung 15 menit  ketika menyimak suatu bahan simakan. Dalam 15 menit berikutnya, kemampuan memusatkan perhatian tinggal setengahnya. Dalam 15 menit bagian ketiga, kemampuan memusatkan perhatian hanya tinggal seperempatnya. Kegiatan menyimak setelah lewat waktu 45 menit kurang baik dilakukan karena pendengar sudah tidak dapat memusatkan perhatian. Hal tersebut dapat diatasi dengan cara memberikan selingan kegiatan yang menarik sehingga ketika menyimak materi berikutnya para pendengar dapat memusatkan perhatian kembali.
    Faktor penentu keberhasilan menyimak ditentukan oleh:
 (a) pembicara ( menguasai materi, berbahasa dengan baik dan lancar/sistematis, percaya diri, gaya bicara menarik, kontak dengan pendengar;
(b) pembicaraan ( aktual, bermakna, dalam pusat minat pendengar, tersusun sistematis, taraf kesukaran seimbang dengan pendengar;
(c) situasi ( ruangan memadai, waktu yang tepat, suasana tenang dan menyenangkan, ada peralatan yang mempermudah dan memperjelas hal yang disimak;
(d) penyimak ( kondisi fisik dan mental sehat dan stabil, konsentrasi, mempunyai tujuan, berminat, memiliki kemampuan linguistik dan non-linguistik, mempunyai pengetahuan dan berpengalaman dalam bidang yang disimak.

    Ciri-ciri penyimak ideal dapat terangkum sebagai berikut
 (1) siap fisik mental,
(2) berkonsentrasi,
(3) bermotivasi,
(4) objektif,
(5) menyeluruh,
(6) menghargai pembicara,
(7) selektif,
(8) sungguh-sungguh,
(9) tak mudah terganggu,
(10) cepat menyesuaikan diri,
(11) kenal arah pembicaraan,
(12) kontak dengan pembicara,
(13) merangkum,
(14) menilai dan menanggapi.     
KETERAMPILAN BERBICARA
    Berbicara adalah keterampilan menyampaikan pesan, ide, gagasan, informasi melalui bahasa lisan. Kegiatan berbicara selalu diikuti dengan kegiatan menyimak. Dengan demikian kegiatan ini melibatkan unsur pembicara dan unsur penyimak. Komunikasi yang baik terjadi apabila penyimak dapat memahami pesan yang disampaikan pembicara. Tujuan kegiatan berbicara antara lain menghibur, menginformasikan, menstimulasi/mendorong, meyakinkan, dan menggerakkan. Kegiatan berbicara akan lebih baik apabila disertai media atau peralatan yang menunjang isi pembicaraan.
    Jenis kegiatan berbicara dikelompokkan menjadi 2 macam, yaitu
(1) berbicara informal (percakapan sehari-hari, tukar pengalaman, memberi petunjuk arah, bertelepon, dsb); (2) berbicara formal ( ceramah umum, kuliah, khotbah, pidato, interview, dsb).
 Kegiatan berbicara di depan umum perlu memperhatikan:
(1) analisis pendengar (tingkat pendidikan, pekerjaan, jenis kelamin, kelompok umur),
(2) isi dan sistematika pembicaraan (aktual, menarik, bermanfaat),
(3) situasi (waktu dan tempat yang tepat),
(4) media untuk memperjelas materi pembicaraan,
(5) diupayakan pembicara berpenampilan menarik dan meyakinkan.
Faktor yang mempengaruhi efektifitas berbicara tidak ditentukan oleh panjang pendeknya pembicaraan, melainkan ditentukan oleh derajat komunikatif ragam bahasa yang digunakan. Derajat komunikatif adalah tingkat kekomunikatifan atau tingkat pemahaman pendengar terhadap materi yang dibicarakan. Meskipun disampaikan dengan uraian yang panjang, apabila pendengar tidak memahami isi pembicaraan maka kegiatan berbicara tersebut termasuk mempunyai derajat komunikasi yang rendah. Sebaliknya sebuah pembicaraan dengan topik yang sama dan disampaikan dengan uraian tidak terlalu panjang akan mempunyai derajat komunikatif yang tinggi apabila pendengar dapat memahami dengan baik isi pembicaraan yang sedang dibahas. 
KETERAMPILAN MEMBACA
    Membaca adalah suatu kegiatan yang berkaitan dengan proses pemahaman suatu tulisan, baik dengan cara mengucapkan tulisan tersebut maupun tanpa mengucapkan tulisan tersebut (dalam hati). Peranan yang disumbangkan kegiatan membaca dalam kehidupan sehari-hari antara lain: membantu memecahkan masalah, memperkuat suatu keyakinan, memberikan pengalaman estetis, memperluas wawasan, dsb. Faktor yang dapat mempengaruhi kegiatan membaca antara lain: tuntutan kebutuhan, rasa persaingan, rasa ingin tahu, dsb. (faktor intern), tersedianya waktu, tersedianya sarana untuk membaca, motivasi orang lain, dsb. (faktor ekstern). Jenis kegiatan membaca antara lain: membaca teknik, membaca dalam hati, membaca bahasa, membaca pustaka, membaca cepat, membaca indah.
(1) Kegiatan membaca teknik/membaca nyaring difokuskan pada ketepatan lafal, intonasi, dan kelancaran dalam membaca dengan cara dilisankan. 
(2) Kegiatan membaca dalam hati/membaca pemahaman difokuskan pada ketepatan pemahaman suatu teks dengan cara tanpa melisankan teks yang dibaca. Dalam kegiatan membaca dalam hati diupayakan tidak menggerakkan bibir, menggunakan jari telunjuk atau alat penunjuk yang lain, tanpa gerakan kepala mengikuti arah bacaan, mengangguk, menggeleng, dan gerakan lain yang dapat mengganggu kegiatan membaca dalam hati.
(3) Kegiatan membaca bahasa difokuskan pada ketepatan pemahaman kebahasaan, misalnya tatabahasa, kosa kata, dan ejaan yang dipelajari melalui kegiatan membaca. 
(4) Kegiatan membaca pustaka difokuskan pada kegiatan mengkaji bahan bacaan lain yang berada di perpustakaan dengan tujuan memperluas/melengkapi pengetahuan yang dipelajari sebelumnya.
 (5) Kegiatan membaca cepat difokuskan pada ketepatan pemahaman suatu teks dengan cara yang cepat/terdapat batasan waktu tertentu. Dalam kegiatan membaca cepat perlu berlatih kecepatan jangkauan pandangan mata ketika membaca.
(6) Kegiatan membaca indah difokuskan pada membaca bersuara yang mengandung nilai estetika sehingga dapat menimbulkan kesan, perasaan, atau emosi tertentu bagi pendengar maupun pembacanya. 

KETERAMPILAN MENULIS
    Keterampilan menulis adalah kegiatan mengkomunikasikan atau mengungkapkan gagasan, kesan, perasaan secara tertulis menggunakan lambang grafis suatu bahasa. Minat dan kemampuan menulis dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain lingkungan,  proses pembelajaran formal, dan bakat alam yang dimiliki seseorang.
    Dalam pembelajaran formal, kegiatan menulis dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu:
 (1) pramenulis (memilih topik, mencari sumber/bahan, membuat organisasi tulisan, dsb;
 (2) penulisan draft (menuliskan hal-hal yang telah dilakukan pada tahap pramenulis);
 (3) revisi (menambah informasi, mengubah urutan pemikiran, membuang informasi tyang tidak perlu, dan merevisi hal lain setelah mendapat masukan dari orang lain maupun diri sendiri;
(4) editing (memperbaiki tata letak, pilihan kata, memperbaiki kesalahan ejaan, menambah gambar/hiasan/ornamen tertentudsb.;
(5) publikasi (menyampaikan hasil tulisan kepada publik: memajang, mengirimkan ke media massa, membacakan hasil tulisan kepada orang lain, dsb).

comment 0 komentar:

Poskan Komentar

Delete this element to display blogger navbar

 
© Semua Tentang Pendidikan | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger