Contoh Desain Media

J.  Contoh Desain Media   
    Berikut akan disajikan tiga contoh media interaktif yang cocok digunakan untuk membelajarkan masalah lingkungan. Pertama media tentang proses terjadinya erosi dan polusi. Kedua contoh media tentang abrasi. Ketiga contoh media tentang penyerapan air dan dampaknya.

Model I
§    Identitas            : Proses  erosi, sedimentasi, polusi dan transportasi
§    Sket                 : gambar tentang model bentang alam lengkap dengan sungai dan laut
§    Alat                  : palu, gergaji, bor, amplas, penggaris, penggaris siku gunting, kuas dll
§    Bahan               : paku, multiplek, waterproof, lem kayu, kran air, selang, pasir, tanah liat, air, tumbuhan dan rumah-rumahan plastik, lembar plastik warna putih, spidol permanen, bambu, cat, dinamo, dan bahan pendukung lainnya.
§    Prosedur
1.    Multiplek dipotong dengan ukuran lebar 1 M dan panjang 2,5 M untuk dijadikan sebagai alas dari suatu kotak. Selanjutnya disiapkan sisi samping kotak dengan ketinggian masing-masing 40 CM.
2.    Selanjutnya alas dan sisi kotak dibentuk menjadi menjadi sebuah kotak terbuka, dengan cara mengelem dan memakunya.
3.    Pada salah satu bagian atas ujung kotak sekitar 10 CM dari atas diberi dua lubang dengan jarak antar lubang sekitar 60 CM. Pemberian lubang ini dimaksudkan untuk memasukkan selang sebagai sumber aliran model sungai. Pada bagian bawah ujung kotak juga perlu diberi lubang dengan ketinggian sekitar 10 CM dari bawah. Hal ini dimaksudkan agar limpahan air dapat dibuang melalui lubang ini.
4.    Setelah kotak selesai dibuat lalu dihaluskan pakai amplas lalu diplamir, kemudian ciat dan bila sudah kering dicat kembali dengan waterproof.

5.    Langkah selanjutnya yaitu dengan mengisi kotak tersbut dengan tanah liat yang dicampur pasir untuk dijadikan seperti daerah pedesaan yang dilengkapi dengan aliran sungai dan pepohonan. Area ini menggunakan tempat sekitar 2/3 bagian dari kotak sedangkan sisanya difungsikan sebagai daerah pantai yang dlengkapi dengan pasirnya.
6.    Lubang pada kedua ujung kotak dimasuki selang. Pada bagian atas (daerah pedesaan) selang dihubungkan dengan kran air, yang berfungsi untuk mengalirkan air (difungsikan sebagai hulu sungai), sedangkan bagian bawah (daerah pantai) difungsikan untuk mengalirkan air supaya kotak tidak terpenuhi oleh kelebihan air (berfungsi sebagai saluran pembuangan). Posisi aliran air dibuat agak tinggi kemudian secara perlahan dibuat aliran sungai yang menurun. Hal dimaksudkan agar proses erosi dapat diamati.
7.    Selain itu, perlu dipersiapkan bendera-bendara kecil yang terbuat dari bambu dan plastik yang telah ditulisi dengan berbagai nama konsep yang berkaitan dengan bentang alam tersbut seperti: delta, pantai, polusi, erosi, lembah, muara, hulu, sedimen dll.
§    Implementasi
Implementasi penggunaan media tidak terlepas dari skenario pembelajaran yang sudah dipersiapkan. Proses implementasi penggunaan media tidak terlepas dengan kegiatan inti pembelajaran (kegitan penyajian). Tentang proses penerapannya tergantung pada model dan pendekatan pembelajaran yang dipilih. Kalau misalnya dipilih model pembelajaran kooperatif dengan pendekatan CTL misalnya, maka sebelum mulai pada kegiatan ini, para siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Kemudian masing-masing kelompok memperhatikan penjelasan guru tentang tugas yang akan dikerjakannya. Guru mendemonstrasikan model dengan mengalirkan air melalui ujung kotak (daerah pedesaan), sampai batas waktu tertentu.
Langkah selanjutnya yaitu mencoba memberikan zat berwarna kepada salah satu aliran sungai. Maksud pemberian zat warna ini untuk menunjukkan bagaimana proses terjadinya polusi air dan bagaimana proses persebarannya. Demikian pula akan dapat diamati bagaimana proses pencemaran aiar laut dari salah satu sungai yang tercemar pengaruhnya terhadap daerah pantai dibandingkan dengan sungai yang tidak tercemar.
Setelah proses demonstrasi selesai, para siswa mengerjakan tugas dengan menancapkan beberapa konsep yang sudah tertuliskan pada bendera. Setelah semua bendera tertancap dilakukanlah asesmen oleh guru. Yaoitu dengan menghitung berapa konsep yang benar dan berapa yang salah. Kegiatan selanjutnya siswa diberi tugas berupa problem solving yaoitu bagaimana mengatasi erosi dan pencemaran air. Hasil kegiatan tersebut kemudian dilaporkan dan dipresentasikan pada pertemuan berikutnya.








Untuk file lengkapnya silakan download di sini

comment 0 komentar:

Poskan Komentar

Delete this element to display blogger navbar

 
© Semua Tentang Pendidikan | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger